Girl: Do i ever cross ur mind?
Boy: No
Girl: Do you like me?
Boy: Not really
Girl: Do you want me?
Boy: No
Girl: Would you cry if I left?
Boy: No
Girl: Would you live for me?
Boy: No
Girl: Would you do anything for me?
Boy: No
Girl: Choose me or your life
Boy: my life
The girl runs away in shock and pain,
and the boy runs after her and
says...
The reason you never cross my mind is
because you're always on my mind.
The reason why I don't like you is
because I love you.
The reason I don't want you is because
I need you.
The reason I wouldn't cry if you left
is because I will die if you leave.
The reason I wouldn't live for you is
because I would die for you.
The reason why I'm not willing to do
anything for you is because I would
do everything for you.
The reason I chose my life is because
YOU ARE MY LIFE.
Thursday, June 21, 2007
| [+/-] |
The Reasons |
Friday, May 25, 2007
| [+/-] |
No More Sadness |
when all the things that I need get to go far away
Its a sadness
When all the things must be ended without any reason
So sadness
When something worth make no more Impression
so sadness
When all the things must be stoped, without permition
So sadness... but I wont cry ...no more cry
No more tears... must be strong.... must be good,
oh God, Thanks
Today you give me another lesson about life
I'm really appreciated
You give me the Questions
You have all of the answers
Just let me try to find the answer by my self
Just always beside me
Watch me, Teach me, Listen me, Hear me
To find the way
My own way
Tuesday, May 22, 2007
| [+/-] |
Ajari aku Tuhan |
Aku telah menabur benih cinta di ladang yang salah
Sehingga benih itu mati
Aku telah menabur benih cinta di waktu yang salah
Benih cinta itu mati kembali
Aku telah menabur benih cinta ini dengan cara yang salah
dan benih itu tidak tumbuh sama sekali
Tuhan, ajari aku
untuk tahu di mana aku harus menabur benih cinta ini
untuk tahu kapan aku harus menabur benih cinta ini
untuk tahu bagaimana seharusnya aku menabur benih cinta ini
karena kadang
Aku melihat ladang, tapi tidak tahu kondisi ladang itu
Aku melihat waktu, tapi kadang aku salah saat
Aku diberi tahu caranya, tapi kadang tidak cocok
Aku tidak mau lagi salah menabur
Tuhan, setelah menabur dengan benar
Ajari aku untuk marawat benih cinta ini sampai tumbuh dan berbuah
Ajari aku untuk tahu bagaimana menyiram benih ini dengan air kesabaran
Ajari aku untuk kapan aku harus memberi pupuk kasih sayang
Ajari aku untuk bagaimana menyemprot hama kecemburuan
Ajari aku untuk bagaimana bertahan terhadap goncangan badai yang datang
Ajari aku untuk memotong tumbuh-tumbuhan yang liar dengan pisau pengertian
Ajari aku Tuhan
Aku mau melihat benih cinta itu tumbuh dan berbuah
Aku mau itu Tuhan
Ajari aku
Friday, April 27, 2007
| [+/-] |
Dan Ternyata Cinta |
Mungkin saya, anda kalian semua pernah mencicip dan merasakan bahwa beban yang begitu luar biasa berat dapat di pikul. Meski harus tertatih-tatih, tersungkur lebam tapi dapat di singkirkan demi seorang yang tersayang, apakah itu keluarga, pasangan bahkan teman sekalipun.
"Dan ternyata cinta yang menguatkan aku....
Thursday, April 26, 2007
| [+/-] |
Memaknai Hidup dengan Pilihan |
Bibit yang pertama berkata,
"Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini.Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku. lalu bibit itupun tumbuh makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam,
"Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas,
bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak!, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman." Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah di ladang itu lalu menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
sungguh hidup ini penuh dengan pilihan, untuk itu marilah kita belajar memaknai hidup dengan memilih apa yang kita yakini seburuk apapun itu, konsekuensi akan kembali pada diri kita masing - masing.




